Kota Binjai yang selama ini dikenal dengan kekayaan alam dan kreativitas masyarakatnya, kini bersiap melakukan sebuah lompatan besar dalam teknologi olahraga melalui pendirian Binjai Sport Lab 2026. Fokus utama dari laboratorium riset ini adalah untuk memecahkan ketergantungan industri alat olahraga terhadap material sintetis yang sulit terurai. Menyongsong ajang BAPOMI di tahun tersebut, para peneliti dan mahasiswa di Binjai mulai mengembangkan sebuah inovasi revolusioner, yaitu desain raket badminton yang seluruh bagian rangkanya menggunakan serat alami lokal sebagai pengganti karbon atau aluminium konvensional.
Inovasi ini lahir dari pengamatan mendalam terhadap kekuatan tarik dan fleksibilitas serat alami yang melimpah di wilayah Sumatra Utara, seperti serat bambu, rami, dan serat nanas. Selama ini, raket badminton profesional sangat mengandalkan serat karbon karena ringan dan kaku, namun proses produksinya menghasilkan jejak karbon yang tinggi dan limbahnya sangat sulit didaur ulang. Di Binjai Sport Lab, serat-serat alami ini diproses melalui teknik kompresi resin nabati tingkat tinggi untuk menciptakan material komposit yang tidak hanya ringan, tetapi juga memiliki kemampuan meredam getaran yang jauh lebih baik daripada logam. Hal ini sangat menguntungkan bagi atlet mahasiswa untuk mengurangi risiko cedera pergelangan tangan akibat guncangan saat melakukan smash keras.
Pengembangan raket dari serat alami ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin antara mahasiswa teknik material dan desain produk. Mereka melakukan uji coba ketahanan mekanis di laboratorium untuk memastikan bahwa raket tersebut mampu menahan tegangan senar yang tinggi tanpa mengalami perubahan bentuk. Keberhasilan menciptakan raket yang tangguh dari bahan organik ini membuktikan bahwa kearifan lokal jika dipadukan dengan sains modern dapat menghasilkan produk berstandar internasional. Binjai ingin menunjukkan bahwa olahraga mahasiswa adalah tempat terbaik untuk memamerkan kemandirian teknologi bangsa yang berbasis pada kelestarian alam.
Selain aspek teknis, nilai estetika dari raket buatan Binjai Sport Lab juga menjadi daya tarik tersendiri. Serat alami memberikan tekstur dan corak yang unik pada setiap bingkai raket, menjadikannya sebuah karya seni fungsional. Dalam ajang BAPOMI 2026, raket ini akan diuji coba secara langsung oleh para atlet dalam pertandingan resmi. Penggunaan serat alami lokal ini diharapkan dapat menekan biaya produksi peralatan olahraga sehingga lebih terjangkau bagi para atlet muda di daerah-daerah terpencil, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di sektor pengolahan bahan baku serat organik di pedesaan.