Kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran merupakan hal yang krusial, terutama di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Memahami risiko ini, BAPOMI Binjai melakukan sebuah langkah berani yang menguji ketangguhan fisik dan mental para anggotanya. Mereka tidak lagi hanya fokus pada strategi di lapangan bola atau lintasan lari, melainkan mulai mengasah nyali para atlet mahasiswa melalui pelatihan khusus penanggulangan api. Inisiatif ini bertujuan untuk membentuk satuan tugas Relawan Pemadam Api yang siap diterjunkan kapan saja masyarakat membutuhkan bantuan dalam situasi darurat kebakaran di wilayah tersebut.
Program ini lahir dari kesadaran bahwa atlet mahasiswa memiliki modal dasar yang sangat dibutuhkan oleh seorang petugas pemadam: stamina yang kuat, disiplin tinggi, dan kemampuan bekerja di bawah tekanan. BAPOMI Binjai bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran setempat untuk menyusun kurikulum pelatihan yang standar namun intensif. Para mahasiswa diajarkan teknik-teknik dasar, mulai dari cara memegang selang air bertekanan tinggi, melakukan evakuasi korban dari gedung bertingkat, hingga pengetahuan tentang bahan kimia pemicu api. Pelatihan ini bukan sekadar simulasi biasa, melainkan ujian nyata bagi mentalitas seorang pejuang olahraga.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan warna baru dalam dunia organisasi kampus. Menjadi seorang Relawan Pemadam Api pemadam bukan hanya soal keberanian, tetapi juga soal kecerdasan taktis dalam membaca situasi. BAPOMI ingin menanamkan nilai bahwa pengabdian masyarakat tertinggi adalah saat kita mampu memberikan rasa aman bagi sesama. Atlet yang biasanya berjuang untuk nama baik universitas di podium juara, kini belajar untuk berjuang demi keselamatan nyawa dan harta benda warga. Transformasi peran ini mendapatkan apresiasi luas karena dianggap sebagai bentuk nyata dari bela negara di tingkat lokal.
Selama proses latihan, para mahasiswa dihadapkan pada skenario-skenario sulit yang menuntut kerja sama tim yang solid. Persis seperti dalam sebuah pertandingan tim, koordinasi antar individu menjadi kunci keberhasilan dalam memadamkan api secara efektif dan efisien. BAPOMI Binjai percaya bahwa pengalaman ini akan membentuk karakter mahasiswa yang lebih empati dan responsif terhadap lingkungan sekitar. Mereka tidak lagi menjadi penonton saat bencana terjadi, melainkan menjadi bagian dari solusi yang terlatih. Nyali yang ditempa di tengah panasnya simulasi api akan menjadi modal berharga bagi mereka dalam menghadapi tantangan hidup yang sebenarnya di masa depan.