Workshop Public Speaking: Bekal Santri BAPOMI Binjai Berdakwah

Dunia dakwah di era modern menuntut lebih dari sekadar penguasaan materi agama yang mendalam; ia memerlukan kemampuan komunikasi yang persuasif, sistematis, dan adaptif terhadap audiens yang beragam. Menyadari kebutuhan tersebut, sekelompok mahasiswa komunikasi menginisiasi workshop public speaking yang dikhususkan bagi para santri di Kota Binjai, Sumatera Utara. Program ini hadir sebagai solusi atas tantangan yang sering dihadapi oleh para dai muda di pesantren, yaitu bagaimana cara menyampaikan pesan-pesan islami agar lebih mudah diterima oleh generasi milenial dan masyarakat umum tanpa mengurangi esensi religiositasnya.

Bagi seorang santri, kemampuan berbicara di depan umum adalah instrumen utama dalam menjalankan fungsi syiar. Namun, metode ceramah yang cenderung monoton sering kali menjadi penghambat pesan sampai ke hati pendengar. Melalui bekal santri yang diberikan dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan teknik-teknik vokal, manajemen demam panggung, hingga penyusunan struktur narasi yang menarik. Mahasiswa pelaksana menekankan bahwa berdakwah bukan hanya soal apa yang dikatakan, tetapi juga bagaimana cara mengatakannya dengan penuh percaya diri dan empati.

Kegiatan yang berlangsung di Binjai ini menggunakan pendekatan praktik langsung yang intensif. Setiap santri diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi ceramah singkat yang kemudian dievaluasi bersama. Materi pelatihan mencakup penggunaan bahasa tubuh yang efektif dan cara membangun koneksi mata dengan audiens. Hal ini penting agar para santri tidak hanya terpaku pada teks, tetapi mampu berinteraksi secara dinamis. Inisiatif mahasiswa ini bertujuan untuk mencetak kader pendakwah yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga cakap secara sosial dan komunikatif.

Selain teknik teknis, workshop ini juga menyentuh aspek psikologis. Banyak santri berbakat yang merasa ragu untuk tampil karena rasa minder atau takut salah. Mahasiswa berperan sebagai mentor yang membangun mentalitas positif, menanamkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pembicara hebat asalkan mau berlatih. Workshop public speaking ini menjadi ruang aman bagi mereka untuk berekspresi, melakukan kesalahan, dan belajar memperbaikinya di bawah bimbingan para kakak mahasiswa yang telah berpengalaman di dunia debat dan presentasi nasional.